LPM Mediafar Universitas Al-Ghifari Wawancarai Ketua Satgas PPKPT Bahas Mekanisme Pengaduan dan Pencegahan Kekerasan di Kampus
Diposting oleh Budi Mulyawan, S.Pd, 30 Juni 2026
Rabu, 24 Juni 2026, LPM Mediafar Universitas Al-Ghifari melakukan wawancara bersama Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), Eny Nuryani Resmiawati, guna membahas mekanisme pengaduan serta peran strategis Satgas PPKPT dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Wawancara tersebut diinisiasi oleh LPM Mediafar melalui reporter Nandita Oktaviani Putri sebagai bentuk komitmen media kampus dalam menghadirkan konten edukatif dan informatif bagi seluruh sivitas akademika. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Satgas PPKPT menjelaskan mekanisme pelaporan yang dapat diakses mahasiswa apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan di lingkungan kampus, mulai dari proses pengaduan, pendampingan, perlindungan terhadap pelapor, hingga tahapan penanganan yang dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Selain menjelaskan alur pengaduan, Ketua Satgas PPKPT juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama membangun budaya kampus yang saling menghormati, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta berani melaporkan setiap bentuk tindakan yang berpotensi menimbulkan kekerasan. Edukasi mengenai peran Satgas PPKPT diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai hak, perlindungan, serta mekanisme yang tersedia dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Melalui kegiatan ini, Universitas Al-Ghifari menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Kehadiran Satgas PPKPT diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pendampingan bagi seluruh sivitas akademika, sekaligus memperkuat budaya kampus yang berlandaskan rasa aman, saling menghormati, dan menjunjung tinggi hak setiap individu.

